Hubungan Teori Big Bang, Gravitasi, Relativitas Umum dengan Alam Semesta


Teori big bang itu merupakan satu usaha untuk menguraikan permulaan alam semesta. Melalui pengamatan dan analisa, ahli falak menentukan bahwa alam semesta sedang berkembang. Mereka juga telah mendeteksi dan belajar cahaya bahwa memulai milyar bertahun-tahun yang lalu kembali ketika alam semesta itu adalah sangat muda.Mereka berteori bahwa pada sekali, semua perihal dan energi di dalam alam semesta itu adalah terdapat di satu titik dengan tidak dipercaya kecil. Lalu, alam semesta memperluas tiba-tiba. Massa dan energi meledak keluar pada kecepatan berjuta-juta tahun cahaya setiap pecahanannya dalam hitungan detik. Ini menjadi fondasi alam semesta seperti yang telah kita ketahui.

Teori Big Bang

Singularity

Relativitas umum (General Relativity) menyatakan bahwa tepat sebelum dentuman besar, suatu titik dengan volume kosong dan kepadatan tanpa batas berisi semua sebenarnya alam semesta. Peristiwa ini disebut suatu Singularity. Massa yang masuk suatu lubang hitam juga masuk ke dalam suatu Singularity karena secara bersamaan, volume menjadi kosong dan kepadatan nya meningkat tak terhingga tak terbatas (Stephen Hawking).

Teori dari negara gaya berat bahwa setiap partikel dari massa mempunyai satu atraksi kepada semua partikel yang lain dari massa. Secara rinci, partikel-partikel akan menarik satu sama lain dengan suatu kekuatan sebanding kepada massa mereka dan berbanding terbalik dengan pangkat. Persamaan nya adalah spt ini:

F = GMm/r2

F adalah kekuatan tarikan gravitasi. M dan seribu mewakili; menunjukkan massa dari object keduanya yang dimasalahkan. R2 itu adalah jarak antara kedua object dipangkatkan. Lalu apa adalah G? (ia) adalah konstanta gravitasi. Itu mewakili; menunjukkan proportionalas yang tetap antara setiap dua object, apapun juga yang massa mereka. Konstanta gravitasi itu adalah 6672 x 10-11 N m2 kg-2.Suatu nomor yang sangat kecil, dan itu menjelaskan mengapa object tidak hanya berpegang thd satu objek lainnya satu sama lain sepanjang waktu. Dibutuhkan object dari massa yang besar untuk memiliki apapun lebih dari (sekedar) suatu pengaruh gravitasi yang sepele pada object yang lain.

Jika teori ledakan dahsyat itu adalah benar, lalu ketika alam semesta mulai ke sana harus mempunyai suatu yang sangat besar meledak tentang energi untuk mendorong massa secara jauh dan sangat cepat. Itu pun harus mengalahkan tarikan gravitasi antar semua massa di dalam alam semesta. Apakah cosmologists berusaha untuk menentukan sebesar massa sebenarnya di dalam alam semesta. Dengan massa yang cukup, tarikan gravitasi itu akan secara berangsur-angsur melambat dan lalu membalikkan perluasan alam semesta itu. Pada akhirnya, alam semesta itu bisa susut ke dalam singularitas yang lain. Ini disebut penyebab The Big Crunch. Tetapi jika ada tidak cukup massa, tarikan gravitasi itu tidak akan cukup kuat untuk menghentikan perluasan alam semesta itu, dan itu akan trus bertambah tak terbatas.

Bagaimana teori relatifitas? Di samping menjelaskan hubungan antara energi dan massa, itu juga mengarah ke arah kesimpulan bahwa ruang dibengkokkan. Object di dalam ruang pindah ke edaran eliptis bukan karena gaya berat, tetapi karena ruang yang sendirinya dibengkokkan dan oleh karena itu suatu garis lurus adalah sebenarnya suatu pengulangan/jerat. Di dalam ilmu ukur, suatu garis lurus di suatu permukaan lengkung adalah suatu yang geodesik.

Ke tiga teori menggambarkan di atas wujud dasar dari berbagai teori-teori sekitar apa yang bentuk dari ruang sebenarnya. Tetapi tidak ada konsensus nyata yang di atasnya adalah bentuk yang benar.

sumber:


Posted under:

Share this post

design

~Design By-ilham fadhilah.